Cerpen Profetik (Katanya) : Studi Cinta Islami

Assalamu’alaikum wr. wb.

Kali ini SayaNee mau update blog ah, udah lama nggak nulis disini. Tapi pas lagi nggak ada ide nih, kalo gitu posting tulisan yang lama aja ya. Dulu pernah ikutan lomba penulisan cerpen Profetik antar mahasiswa, Alhamdulillah bisa masuk nominasi walaupun nggak juara, soalnya bikinnya aja nggak terlalu serius, cuma sekitar 3 jam tanpa diedit, hehe. Kok malah curhat ya? Sudahlah, langsung aja….

Read more

Tidak Mungkin!!!

Bisa ketemu nggak? Ada yang pengen aku omongin nih, berdua aja.”, sebaris sms itu kubaca, dari Irma, kekasihku. Tumben, tidak biasanya dia sms dulu sebelum bertemu. Biasanya sih dia langsung nyamperin ke kantorku, atau malah kerumahku. Apalagi saat itu aku sedang berada dikantor, harusnya sih pas istirahat juga bisa. Tapi yasudahlah… Read more

Sang Penjaga Makam Itu…

Siang itu sangat terik, terutama di salah satu pemakaman yang terletak di bilangan Jakarta Pusat. Burhan, penjaga makam disana, melangkah menuju mushola kecil yang terletak di dekat pintu masuk pemakaman, karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, sementara ia belum menunaikan sholat dzuhur. Read more

Teman Selamanya

“Assalamu’alaikum. Apa kabar? Ini aku, Diana. Masih inget nggak? Aku cuma mau ngasih tau aja, kalo minggu depan aku mau nikah. Undangannya udah aku titipin Alfa. Kamu dateng ya.”, sms itu kubaca berulang-ulang, meskipun aku udah tau isinya.

***

“Diana mau nikah minggu depan, undangan buat lu udah dititipin ke gue.”, begitulah sebaris sms yang kuterima dari temanku, Alfa. Saat itu juga hatiku serasa berhenti berdetak, sudah waktunya. Meskipun kubalas dengan nada senang, tapi pikiranku sangat kacau. Meskipun saat itu aku sedang dalam perjalanan pulang liburan dan seharusnya hatiku sudah lebih tenang, namun berita ini sangat mengagetkanku. Read more

Love is Forever (Saat Mata Bertemu-2)

Hari ini aku kembali bersekolah. Inilah pertama kalinya aku memakai seragam SMA, setelah kemarin-kemarin aku menghadapi masa orientasi. Kulihat ke cermin, ada sesosok wanita yang anggun disana, mengenakan seragam SMA, rambutnya terurai panjang, memiliki mata yang indah dan senyum yang menawan. ‘Pantas juga aku pakai baju SMA’, pikirku. “Dian, sarapan dulu nih. Nanti kamu terlambat lho.”, ibuku memanggil dari luar. Akupun langsung bergegas menuju ruang makan sambil membawa tas dan tidak lupa aku memasukkan buku yang berisi novel teenlit yang baru sebagian kutulis. ‘Kali aja bisa dilanjutin di sekolah.’

*** Read more

Saat Mata Bertemu

“Bang, beli majalahnya satu, yang itu bang.” Suara itu membuyarkan lamunanku saat itu. Kulihat ada sesosok gadis berbaju SMA disana. Rambutnya hitam bergelombang, matanya indah, dan senyumnya pun manis. ‘Damn, cantik banget nih cewek’, pikirku saat itu. Mas Iman, penjual koran disitu pun langsung mengambilkan majalah yang dimaksud. Iya, bukan aku penjual korannya, aku cuma suka nongkrong di kios koran ini, sambil menunggu bis yang akan membawaku pulang kerumah. Dan mas Iman adalah penjual koran langgananku dari aku mulai masuk SMA sampai sekarang aku naik ke kelas 3 SMA. Read more

Ketidakpercayaan yang Berakibat Fatal

Ima tersadar, meskipun kepalanya agak pening. Dalam kegelapan samar-samar ia melihat sesosok manusia didekatnya, ia berpikir, mungkin orang itulah yang memukul kepalanya hingga ia tak sadarkan diri. Dipeganglah kepalanya, ada sesuatu yang agak kental saat ia meraba bagian belakang kepalanya, dan ia pun tersadar bahwa itu adalah darah segar yang keluar dari punggung kepalanya. Ima pun kembali pusing. Read more