Ini adalah film pertama(dan semoga yang terakhir) yang saya tonton ketika kondisi badan sedang kurang fit.

Begini kisahnya….

Senin malam, 12 Juni 2017 saya memenangkan tiket premiere untuk film Kono Sekai no Katasumi ni yang diadakan di laman facebook Japanese Station. Karena premiere diadakan hari selasa siang, saya izin ke kantr hanya masuk setengah hari. Kala itu badan saya sudah merasa kurang sehat namun masih penasaran dan sayang apabila membatalkan menonton. Jadilah saya pergi ke lokasi(CGV Grand Indonesia).

Benar saja, sepanjang film ditayangkan, saya tak merasakan hawa pendingin udara sama sekali. Itu pertanda kalau saya sudah mulai demam. Meskipun demikian, saya tetap menonton film hingga habis, walaupun review ini terlambat lebih dari seminggu karena saya tumbang setelah menonton film.

Film ini bukan sekadar drama romansa biasa. Dengan mengambil latar belakang perang dunia II dan teknik penceritaan yang apik dan penggambaran ekspresi karakter yang berbeda dari anime-anime yang beredar akhir-akhir ini membuat saya berpikir kalau wajar sekali jika film ini memenangkan banyak penghargaan.

Dari segi penceritaan dengan tempo yang boleh dikatakan lambat, penonton(saya terutama) agak bosan karena hanya menceritakan perkembangan hidup tokoh utama yang bernama Suzu Urano, namun seketika dibuat penasaran ketika Suzu dilamar oleh lelaki yang tak dikenalnya sama sekali. Kehidupan mereka setelahnya membuat penonton semakin penasaran karena perang sudah dimulai. Cara keluarga mereka bertahan hidup patut diacungi jempol, terutama Suzu yang belajar bagaimana berumahtangga dan berusaha menjadi isteri yang disenangi suami, mertua, dan kakak iparnya. Tema kehidupan sehari-hari yang cukup saya sukai membuat saya memberi poin 8/10 dari segi perkembangan cerita.

Untuk grafis, saya berani memberikan nilai 10/10 karena cara penggambaran yang jitu. Kemampuan Suzu yang pandai menggambar dilukiskan secara epik dalam anime ini. Imajinasi yang bercampur dengan kenyataan membuat anime ini tak menegangkan walau sedang menampilkan adegan peperangan dengan pesawat berdesing dan bom jatuh dimana-mana. Apalagi penggambaran kapal perang kebanggaan Jepang, Yamato, sangat epik dan cukup detail.

Secara keseluruhan, saya bisa memberikan nilai 9/10 untuk anime ini dan merekomendasikan bagi para pecinta anime yang belum sempat menonton film ini supaya segera menontonnya selagi masih diputar di CGV. Selamat Menonton!

Terimakasih kepada Japanese Station(karena telah memilih saya), Moxienotion, juga CGV sebagai penyelenggara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s