Jika anda termasuk ke dalam usia matang untuk membangun rumah tangga, pasti anda pernah mendengar teman atau kerabat anda yang bercerita soal pahitnya ditinggal kawin/nikah oleh pasangan/mantan pasangannya. Atau mungkin anda pernah mengalaminya sendiri.

Ditinggal kawin atau menikah banyak dialami oleh manusia di muka bumi ini. Entah itu ditinggal menikah oleh pasangannya yang dijodohkan orangtua, ataupun ditinggal menikah karena pasangan menemukan yang lebih baik lagi. Ditinggal menikah oleh gebetan? Itu di luar kuasa siapapun, dan jika anda berduka, sungguhlah anda termasuk orang-orang yang tololnya setengah Arip. Bahkan gebetan anda tak pernah memberikan hatinya secuilpun kepada anda, lantas apakah anda harus menggalau ria karena beliau menikah? Oleh karena itu, saya di sini hanya akan membahas bagi yang ditinggal menikah oleh pasangan atau mantan pasangan.

Bagi yang mendapatkan cobaan seperti itu, tak usah terlalu lama bersedih. Pertama; anda tahu, mereka yang meninggalkan anda ternyata tak sepenuh hati memilih anda. Banyak pertimbangan lain yang dipikirkan olehnya, seperti orangtua, kondisi finansial, dan lain-lain. Kedua; mereka bisa mengalihkan hatinya kepada orang lain. Bersyukurlah karena anda belum menikah dengannya. Bisa jadi kalau anda sudah menikah, pasangan anda akan berbuat seperti itu. Apalagi jika dia memilih orang lain demi alasan finansial (cih!) itu adalah orang yang tak tahu diri. Bukannya saling menguatkan, malah meninggalkan.

Lain halnya jika anda ditinggal mati. Jika orang yang anda cintai pergi meninggalkan anda (dan juga dunia ini) untuk selama-lamanya, pasti akan ada air mata untuk itu, sekuat apapun anda menahannya. Bagaimana tidak? Terlepas dari yang meninggal itu pasangan, baik yang sudah menikah maupun belum, ataupun hanya gebetan, cinta anda baru akan benar-benar dibuktikan jika orang yang anda cintai meninggal dunia. Siapa yang tidak bersedih jika yang dicintanya pergi untuk selama-lamanya? Apalagi dia meninggalkan anda bukan karena kemauannya tapi memang sudah waktunya, berarti dia masih mencintai anda.

Kesimpulannya: tahan duka anda apabila hanya ditinggal menikah. Keluarkan emosi anda jika orang yang anda cintai wafat meninggalkan anda. Jika pasangan (atau gebetan) anda masih hidup, cintailah. Apabila anda sudah memiliki pasangan namun ingin merasakan sakit yang disebabkan oleh pasangan anda, jangan biarkan dia selingkuh apalagi menikah dengan orang lain. Bunuh saja dia. Beres. Anda akan merasakan sakit yang berlipat ganda, mulai dari perasaan ketika ditinggal mati pasangan, trauma karena membunuh pasangan dengan tangan sendiri, tekanan dari keluarga pasangan, dan tindakan dari pihak berwenang. Jangan lupakan soal mistis, arwah pasangan yang penasaran dan terus menghantui anda :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s