Teruntuk Kamu, wanita berambut lurus sebahu yang saya lihat hampir setahun lalu.

Selamat, kamu telah berhasil mematahkan hati saya sebelum saya sadar kalau saya benar-benar jatuh cinta padamu!

Pembukaan yang sadis, bukan? Ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perasaan saya yang hancur tercabik-cabik kala melihatmu datang bersamanya.

Tidak, kita tidak bertegur sapa kala itu. Bahkan saling mengenal pun tidak. Tapi setidaknya, saya mengenalmu. Itupun setelah saya memastikan bahwa wanita yang saya lihat waktu itu ternyata memang benar-benar kamu.

Bingung? Jelas saja. Kamu bingung lantaran orang yang tak kamu kenal saat ini berani menyatakan perasaannya kepadamu, tapi bukan jatuh cinta, melainkan patah hati.

Lebih baik saya perjelas. Apa kamu ingat kalau tahun lalu pernah datang secara tak sengaja ke festival literasi, meski maksud kedatanganmu sebenarnya adalah untuk menonton teater tak jauh dari sana? Pasti ingat, saya tahu kalau pikiranmu selalu terasah karena suka membaca buku.

Kepada kamu, yang kala itu mengenakan kemeja putih dengan kotak-kotak hitam besar dan rok hitam selutut.

Pertanyaan berikut: Apa kamu ingat, waktu itu kamu datang dengan siapa? Biar saya yang menjawabnya. Kamu datang dengan pria tinggi berhidung bangir yang tak lepas mengawasimu bahkan selalu mendampingimu seakan tak rela kamu hilang dari sisinya.

Pertanyaan selanjutnya: Apa kamu tahu, berapa banyak penggemarmu yang rela menghabiskan uangnya hanya demi bertemu denganmu, mengobrol denganmu, ataupun hanya melihatmu dari jauh? Kamu pasti tahu jawabannya, puluhan bahkan ratusan ribu. Lantas siapakah pria yang berada di sampingmu kala itu? Pasti bukan satu dari ratusan ribu orang itu, karena sikapmu berbeda dalam menanggapinya. Senyum, canda, dan tawamu kali itu hanya ditujukan kepadanya, hanya kepadanya.

Masih ada banyak pertanyaan lain, namun saya tak ingin bertanya lebih banyak lagi. Baiknya saya memperkenalkan diri. Saya satu dari sedikit orang yang mengenalimu di sana, bahkan ketika kamu datang, saya segera mengenalimu, memastikan bahwa itu benar-benar kamu, dan terus mengawasimu hingga kau pergi dari tempat itu. Saya penggemarmu, penggemar yang seketika patah hati kala melihatmu, maksudnya kalian. Saya termasuk golongan orang yang terlebih dahulu patah hati sebelum saya tahu kalau saya jatuh cinta, padamu. Sebelum saya tahu kalau hati saya sudah tertambat padamu jauh-jauh hari.

“Ada seseorang yang diam-diam menyukai.

Beberapa lainnya terang-terangan menyatakan.

Segelintir berkoar-koar.

Sebagian mematahkan sendiri cintanya, hatinya.”

Jika kamu mau tahu, diantara bermacam pilihan itu, saya memilih yang terakhir. Saya akan mematahkan sendiri cinta saya, hati saya, terhadapmu. Tak peduli orang lain yang bilang kalau cinta itu harus diperjuangkan. Buat saya, kebahagiaanmu lebih penting.

Kebahagiaanmu lebih penting.

Ya, kebahagiaanmu, dengan siapapun itu. Saya tak egois sepertimu, yang masih memikirkan kebahagiaan pribadi dan mengorbankan kebahagiaan orang lain. Kebahagiaan saya hanya jika saya bersamamu, hanya bersamamu. Meski seandainya kau pun bahagia bersama saya, bukankah egois jika saya tak memikirkan perasaan orang lain yang terlanjur menyayangimu? Lebih baik saya patahkan dan hancurkan sendiri perasaan saya terhadapmu sebelum saya mencintaimu lebih dalam lagi hingga tak ada tempat tuk kembali.

Dan di hari itu, saya berharap kalau kejadian itu tidak ada. Berharap kalau itu bukan kamu. Berharap kalau kamu yang sebenarnya sedang berada di tempat lain. Bahkan berharap kamu tidak ada, tidak ada di hati saya sehingga saya tak merasakan apapun kala melihatmu.

Maaf, cukup sampai disini saya menulis untukmu. Meski rasanya masih kurang puas, namun jika diteruskan, saya akan kembali patah hati sebelum jatuh cinta padamu, hingga bisa menangis dan tertawa bersamaan. Terimakasih.

23 Februari 2016

Saya

Advertisements

One thought on “Teruntuk Kamu yang Mematahkan Hati Sebelum Jatuh Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s