Dari judul diatas pasti semua udah bisa nebak apa yang mau gue tulis. Bener banget, gue mau nulis soal penjaga warung dan orang kaya baru.

Hehe, becanda. gue cuman pengen ngeluarin sedikit unek-unek yang akhir-akhir ini memenuhi otak gw. Ini semua gara-gara temen gue yang belakangan ini suka bilang, “ah, ga komunis lu.”, makanya gue coba nulis soal ini.
Menurut wikipedia, Komunisme sebagai anti-kapitalisme sangat menentang kepemilikan akumulasi modal atas individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata.
Nggak ngerti? Bingung? Sama, gue juga.
Jadi ringkasnya gini, nggak ada orang yang paling kaya ataupun paling miskin, semuanya sama. Jadi nggak ada tuh yang namanya kesenjangan sosial. Prinsip ini pada dasarnya bagus, tetapi ada 1 hal yang dilanggar sama prinsip ini, yaitu hak asasi manusia. Jika hak manusia untuk berkembang itu dibatasi atau bahkan dilanggar, maka manusia itu tidak akan pernah maju. Meskipun pada kenyataannya prinsip ini dijalankan oleh beberapa negara dan cukup diterima masyarakat, tetapi belum tentu bisa diterima oleh seluruh negara yang ada di muka bumi ini, karena masing-masing kan punya prinsip dan ideologi sendiri.

Gimana dengan hedonisme? gue juga tertarik ngangkat tema ini gara-gara ngeliat keadaan sekitar yang semakin aneh(atau gue yang aneh?). Orang yang riya’, individualistis/anti sosial, dan lebih mengutamakan harta kebendaan semakin banyak bergentayangan di muka bumi ini.
Menurut wikipedia(lagi),  Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.
Intinya, manusia jadi semakin berlomba-lomba mengejar kesenangan dunia sebagai tujuan hidup mereka. Manusia seolah-olah tidak peduli lagi apakah cara yang mereka tempuh itu halal atau tidak, selama mereka bisa memperoleh tujuannya masing-masing.Mereka bisa saling menjatuhkan satu sama lain, selama cara itu menguntungkan mereka sendiri.
Dampak yang bisa dirasakan langsung yaitu semakin banyak manusia yang memamerkan harta kekayaannya dan bersikap sedikit menghina orang lain jika mereka tidak memiliki yang seperti mereka miliki, padahal kebutuhan mereka belum tentu sama. Sebagai contoh(disini terpaksa nyebut merek nih), orang yang punya BMW akan bersikap sedikit memaksa teman mereka yang masih mengendarai Avanza supaya mereka juga membeli BMW dan bersikap jika mereka tidak membelinya, mereka tidak selevel. Padahal, belum tentu kebutuhan mereka sama. Mungkin orang yang punya Avanza sebenarnya juga mampu membeli BMW tetapi mereka merasa kalau mereka lebih berhemat jika mereka mempunyai Avanza dibandingkan dengan BMW sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan yang lain, misalkan menyiapkan tabungan untuk pendidikan anaknya jika sudah besar.
Selain itu, manusia juga menghina cara orang lain mencari nafkah dan menganggap cara mereka mencari nafkah adalah cara yang paling benar. Padahal masing-masing orang mempunyai cara dan tujuannya sendiri dalam memperoleh sesuatu yang mereka inginkan. Sebagai contoh, orang yang ikut bisnis MLM akan memaksa temannya supaya gabung ke bisnis mereka dan bersikap seolah-olah usaha yang teman mereka itu jalankan tidak bisa menghasilkan uang secara cepat, katanya sih keburu tua kalau kerja sama orang melulu. Harusnya mereka lebih menanggapinya dengan pembuktian. Misalkan, anggota MLM menawarkan temannya untuk gabung menjadi anggota juga. Kalau temannya tidak mau, jangan dipaksa. Usahanya cukup sampai disitu. Selanjutnya anggota MLM tersebut tinggal membuktikan kepada temannya kalau dia lebih sukses, baru kan nanti teman anda sendiri yang memutuskan untuk bergabung menjadi anggota MLM. Persoalan disini kan kebanyakan anggota MLM suka memaksa temannya supaya bergabung. Padahal kalau dengan cara itu, justru temannya akan berpikir kalau anggota MLM cuma memanfaatkan temannya tersebut untuk keuntungan diri sendiri. Makanya anggota MLM banyak yang kehabisan teman dan cuma berteman dengan sesama anggota MLM. Wahai anda anggota MLM, jangan paksa teman anda untuk gabung ya. Lagipula apa kalian tidak berpikir, kalau seandainya semua orang yang anda kenal sudah gabung, yang mau beli produknya tuh siapa?
Masih seputar hedonisme, manusia akan bersikap lebih individualistis. Contohnya, banyak orang yang lebih nyaman berkomunikasi lewat dunia maya. Tapi apakah kalian semua yang berkomunikasi lewat dunia maya bisa memahami perasaan satu sama lain? Belum tentu. Bahkan gue sendiri aja terkadang berbohong tentang perasaan gue sendiri di dunia maya.

Jadi kesimpulan mengenai semua cerita diatas, sebenernya sih maksud dari kedua pandangan itu bagus. Yang satu mengajarkan untuk berbuat adil, yang satu lagi supaya manusia bisa memanfaatkan seluruh potensi yang dia miliki supaya bisa hidup lebih maksimal. Tapi yang namanya pendapat orang tuh pasti berbeda-beda, nggak mungkin sama. Seandainya sama pun, pasti alasannya berbeda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s